Film Hacker Terbaik 2019 : Who Am I Rilis
Tahun 2014
Review Film Hacker
![]() |
| Film yang diproduksi di Jerman ini dibintangi oleh Tom Schiling, Elyas M’Barek, dan Wotan Wilke - ©️ Blue Devil_Nur |
Diantara sekian banyak
Judul Film Hacker, bisa dibilang Who Am I adalah film
hacker terbaik.
Benjamin (Tom Schilling) adalah penyendiri yang canggung
secara sosial. Tetapi karena menghabiskan banyak waktu di depan komputer, ia
telah menjadi seorang hacker yang brilian.
Ketika ia bertemu Max, über-cool yang percaya diri dan keren (ElyasM'Barek), yang memperkenalkan Benjamin yang pemalu kepada sekelompok
peretas profesional (termasuk Wotan Wilke Möhring dan Paul (Antoine Monot
Jr.), hidupnya berubah secara tak terduga.
![]() |
| The hacker gang at work - Cyber - ©️ Blue Devil_Nur |
Mereka pada akhirnya membentuk suatu grup bernama
CLAY (Clowns Laughing At You) yang tujuannya hanya untuk bersenang - senang
dalam melakukan kegiatan hacking yang nantinya justru membawa mereka ke dalam
pusaran masalah Europol. Bersemangat
untuk mengesankan teman-teman barunya dan gadis impiannya, Benjamin mengatasi
keraguan awalnya dan akhirnya berkomitmen penuh untuk peretasan profil tinggi.
Tetapi ketika kelompok ini bertujuan untuk benar-benar "ikan besar", seperti Layanan Intelijen Federal Jerman, BND, kehidupan Benjamin sangat tidak terkendali. Dan tiba-tiba, dia dihadapkan dengan pembunuhan....
![]() |
| Kehidupan Hacker: Wotan Wilke Möhring dan Tom Schilling. - ©️ Blue Devil_Nur |
Review :
Benjamin tumbuh tanpa orangtua. Ia tidak sempat
mengenal ayahnya, ibunya mati bunuh diri, dan dia diasuh oleh neneknya saja.
Saat ini neneknya sedang dirawat karena menderita alzaimer. Sudah lama ia
memantaskan diri sebagai sosok pahlawan yang layak disejajarkan dengan
spiderman, superman, dan batman karena kesamaan nasib tragis di antara orangtua
mereka. Sampai akhirnya ia bertemu Marie (Hannah Herzsprung) gadis masa
kecilnya yang telah memberi kesempatan untuk menjadi superhero: mencuri soal
ujian. Bermula dari situ, dan dunia pun berubah.
![]() |
| No System Is Safe - ©️ Blue Devil_Nur |
Benjamin yang asosial itu akhirnya menginisiasi nama CLAY (Clown Laughing at You), kelompok hacker yang mulai populer dan digandrungi para penikmat youtube. Karakter paling dominan pada geng ini adalah Max (Elyas M’Barek), pemuda guanteng tapi ternyata levelnya hanya script kiddie. Satu lagi adalah Stephan (Wotan Möhring), yang diperkenalkan sebagai dewa software. Sedangkan yang terakhir Paul (Antoine Monot, Jr), lelaki tambun yang paling datar moodnya. Mantra mereka yang cukup quotable bagi saya adalah “Dreistigkeit siegt!”, artinya incarlah sesuatu yang mustahil. Sebetulnya ini adalah point kedua dari pesan MRX, hacker pujaan si Max.
Di film ini saya diperdengarkan istilah di dunia
peretas yang mungkin sebenarnya standard dalam jagat pemograman. Ada DDoS, Botnet,
Phishing, 0Day exploit, apa itu semua? Terus, ngutak-ngatik komputer dengan
segala kejelimetannya dengan ketrampilan dan kecerdasan luar biasa, itu yang
bikin saya nganga. Film yang rilis 2014 ini juga memvisualisasikan bagaimana
gaya para hacker berkomunikasi di semesta bawah tanah. Tempat berkumpulnya
manusia bertopeng yang bengis tapi butuh pengakuan satu sama lain. Dunia lain
yang dibangun oleh para manusia tak kasat mata yang maya tapi nyata, darknet.
Ini keren mampus!!
Selama menonton film ini mata dan otak saya
dituntut berpikir cepat, jadi lelah tapi seru. Selain karena frame demi frame
yang berlalu begitu cepat, saya juga sering merasa tidak siap menerima kejutan
selanjutnya. Hehehe 😁. Saya kira film ini
akan selesai begitu saja setelah terjawab siapa sebenarnya MRX yang digandrungi
Max. Ternyata hal-hal mencengangkan berikutnya disajikan dengan rapi tapi
mendebarkan. Saking serunya.
Lokasinya :
Sebagian besar adegan difilmkan di ibukota
Jerman, Berlin dan kota Rostock di Jerman Timur Laut. Lokasi lain adalah Den
Haag di Belanda, di mana kantor pusat Europol berada. Benjamin dan teman-teman
peretasnya melakukan perjalanan ke sini dalam upaya untuk menutupi jejak
mereka.
"Darknet", tempat virtual di mana
semua orang anonim, ditampilkan sebagai kereta tabung tempat semua orang
memakai topeng.
![]() |
| The metaphor for the "darknet". - ©️ Blue Devil_Nur |
Putusan
Akhir :
Film ini
menunjukkan bahwa itu kurang kekerasan daripada trailer, tetapi memiliki banyak
tikungan dan tikungan yang tidak terduga. Saya menyukai kenyataan bahwa Anda
dapat benar-benar merasakan adrenalin di layar.
Film ini
juga sangat realistis, karena peretasan adalah bahaya realistis yang dapat
terjadi pada siapa saja, kapan saja. Sama seperti film thriller Amerika Nerve
(2016) atau seri Amazon Matthias Schweighöfer You Are Wanted (2017), Siapa saya
menunjukkan bahwa bahaya terbesar terkait dengan peretasan modern adalah
tentang memanipulasi orang lain. "Peretasan seperti sulap. Mereka berdua
menipu orang," kata Benjamin dalam film itu.
![]() |
| Benjamin is questioned. - ©️ Blue Devil_Nur |
Trailer :
Betapa
megahnya cara penulis menyusun naskah Who Am I
yang banyak dikira orang ini filmnya Jackie Chan—saya termasuk yahhhh.
Kemampuannya meracik cerita yang menukik tajam lalu mengalun indah hingga
tiba-tiba menghentak kesadaran ini tidak sempat menghadirkan sensai bosan. Film
ini bukan sekadar cerita tentang retas-meretas, tapi juga cinta, persahabatan,
dan trik n tips jempolan. Bahkan dia pun bermain ke ranah psikologi, latar
belakang yang biasanya ditempel pada karakter utama sebagai jurus jitu untuk
menciptakan twist. Ajaib! AhhhhhSyiaaapppp!!!
Secara
keseluruhan, perjalanan psiko cepat dengan twist yang mengejutkan di akhir!
★★★★⭐ 4 dari 5
bintang
Who Am I
sekarang tersedia untuk streaming instan di Amazon Prime UK serta pada DVD dan
Blu-Ray dengan subtitle bahasa Inggris.
Penasaran dengan
Filmnya silahakan Download. Caranya gampang,
Klik tombol Download Setelah klik Download liat pada
kanan atas, tunggu
hingga muncul tulisan SKIP AD atau LEWATI.
Alias anda akan menuju
kesitus website downloadnya,Hehehe 😁😁
DI_SINI LINK 1 :
LINK 2 480p :
LINK 3 720p :
Streaming di YOUTUBE :
Jangan Lupa SHARE BLOG ini
di CYBER
-- TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DI
ARTIKEL INI --





0 komentar:
Posting Komentar